Minggu, 17 September 2017

MIRACLE
KESMAS adalah sebuah jurusan dengan lulusan di beri gelar S.KM. contoh yang di lakukan oleh seoarang kesmas adalah Perbaikan sanitasi lingkungan Pemberantasan penyakit – penyakit menular Pendidikan untuk kebersihan perorangan, Pengorganisasian layanan – layanan medis dan perawatan untuk diagnosis dini dan perawatan Pengembangan rekayasa sosial untuk menjamin setiap orang terpenuhi kebutuhan hidup yang layak dalam memelihara kesehatannya.
Menjadi Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) yang survive, kita membutuhkan 3 kompetensi. Kompetensi-kompetensi tersebut sangat menunjang kita di pasar kerja nantinya. 3 kompetensi tersebut yaitu :
1.      Computer literacy (mengerti computer, maksudnya adalah pengetahuan tentang komputer yang mencakup pengertian tentang istilah-istilah komputer, pemahaman tentang keunggulan dan kelemahan komputer, kemampuan menggunakan komputer dll.)
2.      Critical system thinking (pemikiran sistem kritis, dapat digunakan di dunia usaha oleh manajemen yang visioner, manajemen yang bisa membaca aspirasi mengenai apa yang diperlukan perusahaan di masa datang, dan manajemen yang mempunyai suatu perasaan bahwa pemikiran sistem adalah pemikiran yang sesuai dengan situasi masa kini, atau bahkan bisa dijadikan sebagai cara-cara manajemen modern di masa dating)
3.      Ability to serve (kemampuan untuk melayani, sebagai lulusan kesehatan masyarakat kita diharapkan dapat melayani masyarakat dengan baik melalui prevent promote, protect)
For first time job seeker :
-          Positive energy and respect people
-          Output oriented
-          Orientasi adalah awal atau pengenalan dari sebuah cerita atau peristiwa sejarah. Biasanya berisi perkenalan tentang tokoh-tokoh dalam cerita yang akan diceritakan. Sementara output adalah hasil dari sebuah proses. Proses yang dimaksud baik berupa data atau bentuk informasi yang telah diolah
kesehatan masyarakat  pada hakikatnya merupakan ilmu yang terdiri dari berbagai macam disiplin ilmu seperti biologi, fisika, kimia, kedokteran, lingkungan, sosiologi, psikologi, antropologi, ekonomi, administrasi, pendidikan dan lain – lain. Namun secara garis besar, disiplin ilmu yang menopang berdirinya kesehatan masyarakat sebagai ilmu atau yang lebih dikenal sebagai  8 pilar kesehatan masyarakat antara lain :

1.      Administrasi Kesehatan Masyarakat.
2.      Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku.
3.      Biostatistika/Statistik Kesehatan.
4.      Kesehatan Lingkungan.
5.      Kesehatan Kerja.
6.      Epidemiologi.
7.      Kesehatan reproduksi.

Tanpa disadari bahwa tugas dari Profesi kesehatan masyarakat sangat luas.  Peningkatan kesehatan (promotif) dan juga pencegahan penyakit (preventif) merupakan salah satu keahlian Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) dimana kegiatan riil ini untuk mencegah terjadinya berbagai masalah kesehatan. Seorang sarjana kesehatan masyarakat harus bisa melayani dan melakukan upaya pencegahan untuk masyarakat karena kita merupakan agen preventif.
 Ilmu kesehatan masyarakat merupakan ilmu yang multi disipliner, karena memang pada dasarnya Masalah Kesehatan Masyarakat bersifat multikausal, maka pemecahanya harus secara multidisiplin. Oleh karena itu, kesehatan masyarakat sebagai seni atau prakteknya mempunyai bentangan yang luas. Semua kegiatan baik langsung maupun tidak untuk mencegah penyakit (preventif), meningkatkan kesehatan (promotif), terapi (terapi fisik, mental, dan sosial) atau kuratif, maupun pemulihan (rehabilitatif) kesehatan (fisik, mental, sosial) adalah upaya kesehatan masyarakat.
Agar menghasilkan lulusan kesehatan masyarakat yang unggul, diperlukan MIRACLE :
-          Manager (pengelola)
-          Inovator (penemu)
-          Researcher (peneliti)
-          Aprenticer (magang)
-          Communitarian (komunikasi masyarakat)
-          Leader (pemimpin)
-          Education (pendidik masyarakat)
Sementara prospek kerja bagi SKM sangatlah luas, diantaranya yaitu:
1.      Pengelolaan program kesehatan di dinas kesehatan
2.      BPJS kesehatan dan BPJS ketenaga kerjaan
3.      Administrator kebijakan di rumah sakit
4.      Analisis kebijakan kesehatan
5.      Kepala puskesmas
6.      Ahli kesehatan keselamatan kerja
7.      Ahli kesehatan linhkungan industry
8.      Epidemiologi kesehatan
9.      Sanitarian
10.  Penyuluh kesehatan
Terimakasih.




PENGABDIAN MASYARAKAT
            Menurut definisinya Pemberdayaan Masyarakat dapat diartikan meningkatkan kemampuan masyarakat agar dapat menjalankan fungsi dan perannya dengan baik, bisa dikatakan pula bahwa pemberdayaan masyarakat memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, baik kapasitas secara intelektual, emosional, maupun spiritual. Pemberdayaan dapat juga diartikan sebagai upaya untuk memberikan daya atau kekuatan kepada masyarakat. Oleh karena itu, memberdayakan masyarakat merupakan upaya untuk meningkatkan harkat dan mertabat lapisan masyarakat dan juga  mampu melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. Dengan kata lain memberdayakan masyarakat adalah meningkatkan kemampuan dan meningkatkan kemandirian masyarakat.
Tahapan pemberdayaan masyarakat yang pertama yaitu dengan Penyadaran kepada masyarakat dengan memberikan motivasi memalui pendekaan kepada masyarakat agar masyarakat tahu apa yang harjus dilakukan, Pengertian penyuluhan kesehatan dapat di samakan dengan pendidikan kesehatan masyarakat (Public Health Education), yaitu suatu kegiatan atau usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, kelompok atau individu. Dengan harapan bahwa dengan adanya Penyampaian tersebut seseorang dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik. Akhirnya pengetahuan tersebut diharapkan dapat berpengaruh terhadap perilakunya. Dengan kata lain, dengan adanya pendidikan tersebut dapat membawa akibat terhadap perubahan perilaku sasaran.

Suatu masyarakat dikatakan mandiri dalam bidang kesehatan apabila :
1.      Mereka mampu mengenali masalah  kesehatan dan faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan terutama di lingkungan tempat tinggal mereka sendiri. Pengetahuan tersebut meliputi pengetahuan tentang penyakit, gizi dan makanan, perumahan dan sanitasi, serta bahaya merokok dan zat-zat yang menimbulkan gangguan kesehatan.
2.      Mereka mampu mengatasi masalah kesehatan secara mandiri dengan mengenali potensi-potensi masyarakat setempat.
3.      Mampu memelihara dan melindungi diri mereka dari berbagai ancaman kesehatan dengan melakukan tindakan pencegahan.
4.      Mampu meningkatkan kesehatan secara dinamis dan terus-menerus melalui berbagai macam kegiatan seperti kelompok kebugaran, olahraga, konsultasi dan sebagainya.

Ada beberapa prinsip dasar untuk mewujudkan masyarakat yang berdaya atau mandiri.

1.      Penyadaran
       Untuk dapat maju atau melakukan sesuatu, orang harus dibangunkan dari tidurnya. Demikian masyarakat juga harus dibangunkan dari “tidur” keterbelakangannya, dari kehidupannya sehari-hari yang tidak memikirkan Masa depannya.

2.        Pelatihan
Pelatihan disini bukan hanya belajar membaca,menulis dan berhitung, tetapi juga meningkatkan ketrampilan-ketrampilan yang dimiliki.

3.       Pengorganisasian
Agar menjadi kuat dan dapat menentukan nasibnya sendiri, suatu masyarakat tidak cukup hanya disadarkan dan dilatih ketrampilan, tapi juga harus diorganisir.


LANGKAH- LANGKAH PEMBERDAYAAN MASYARAKAT.
-          Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat
Kegiatan ini untuk menciptakan komunikasi serta dialog dengan masyarakat. Sosialisasi PM membantu untuk meningkatkan pengertian masyarakat dan pihak terkait tentang program. Proses sosialisasi sangat menetukan ketertarikan masyarakat untuk berperan dan terlibat dalam program.
-           Proses Pemberdyaaan Masyarakat
Maksud pemberdayaan masyarakat adalah meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam meningkatkan taraf hidupnya (tujuan umum

-           Pemandirian Masyarakat
Berpegang pada priunsip pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk memandirikan masyarakat dan meningkatkan taraf hidupnya, maka arah pendampingan kelompok adalah mempersiapkan masyarakat agar benar-benar mampu mengelola sendiri kegiatnnya.

Agar dicapai suatu hasil optimal, maka faktor-faktor tersebut harus bekerjasama secara harmonis. Hal ini berarti, bahwa untuk masukan (sasaran pendidikan) tertentu, harus menggunakan cara tertentu pula, materi juga harus disesuaikan dengan sasaran, demikian juga alat bantu pendidikan disesuaikan. Untuk sasaran kelompok, metodenya harus berbeda dengan sasaran massa dan sasaran individual. Untuk sasaran massa pun harus berbeda dengan sasaran individual dan sebagainya, Terimakasih.


                                                         ADVOKASI

Mahasiswa adalah seorang yang menuntut ilmu di sebuah perguruan tinggi atau setingkatnya, yang tentunya berbeda dengan siswa. Mahasiswa memiliki tanggung jawab yang lebih besar, tanggung jawab, identitas, dan kepedulian yang lebih kongkret daripada semasa siswa. Hal ini tercermin dalam Tri dharma perguruan tinggi yang menyatakan mahasiswa itu harus melakukan pendidikan, penelitian, dan yang terakhir pengabdian masyarakat. Mahasiswa dalam kehidupan kampus sudah tentu setiap hari berkutat dengan proses pendidikan dan beberapa sudah biasa dengan penelitian, setidaknya ketika skripsi seorang mahasiswa harus melakukan penelitian. Akan tetapi untuk point yang ketiga jarang mahasiswa yang sadar akan tanggung jawabnya terhadap pengabdian masyarakat. Berbicara tentang pengabdian masyarakat sebenarnya banyak yang dapat dilakukan seperti bakti sosial, membantu sesama teman yang butuh bantuan, membela kepentingan masyarakat umum atau masih banyak lagi yang lainnya Kegiatan-kegiatan seperti ini di dalam kehidupan kampus biasa disebut ADVOKASI.
Kata advokasi adalah kata kerja dari kata benda advocaat (belanda) yang berarti penasehat hukum, pembela perkara atau pengacara. Advokasi sendiri bisa diartikan sebagai proses pembelaan suatu perkara dalam koridor hukum yang berlaku. Kebanyakan mahasiswa, bila mendengar kata ‘advokasi’ seringnya akan berpikiran kearah tindakan revolusi. Namun bagi seorang aktivis kampus (dalam hal ini, pengadvokasian yang dilakukan oleh sebuah departemen dalam BEM/organisasi kemahasiswaan di kampus) advokasi adalah proses mempengaruhi dan mengubah sebuah kebijakan yang dikeluarkan oleh birokrat tanpa pertimbangan keadilan atas hak manusia lainnya. Sebuah organisasi kemahasiswaan, sebut saja BEM, didirikan dan sampai saat ini tidak (atau belum) dibubarkan karena diharapkan oleh sebagian mahasiswa lainnya dapat menjalankan fungsi Advokasi secara optimal.
Advokasi adalah aksi yang strategis dan terpadu, oleh perorangan atau kelompok masyarakat untuk memasukkan suatu masalah ke dalam agenda kebijakan, dan mengontrol para pengambil keputusan untuk mengupayakan solusi bagi masalah tersebut sekaligus membangun basis dukungan bagi penegakan dan penerapan kebijakan publik yang di buat untuk mengatasi masalah tersebut.
Ada 9 pertanyaan kunci yang perlu diperhatikan dan yang harus dibedakan adalah antara taktik dan strategi. Taktik adalah suatu tindakan khusus misalnya pengedaran petisi, penulisan surat, penggelaran protes. Strategi adalah sesuatu yang lebih besar suatu peta keseluruhan yang memberikan arah pada penggunaan alat-alat.
Sembilan kata kunci itu adalah :
1. Apa yang anda inginkan atau tujuan-tujuan strategis.
2. Siapa yang dapat melakukannya
3. Apa yang ingin mereka dengar.
4. Dari siapa mereka perlu mendengar pesan itu.
5. Bagaimana membuat khalayak mendengarkan pesan itu.
6. Apa yang kita miliki.
7. Apa yang perlu kita kembangkan.
8. Bagaimana memulai.
9. Lakukan evaluasi.
Gambaran jelasnya tahapan tersebut yang biasanya dilakukan dalam melakukan advokasi yaitu :
1. Mengumpulkan dan merumuskan isu
2. Menyiapkan bahan sebagai alat advokasi
3. Mengidentifikasi aktor-aktor kunci
4. Memetakan potensi dan ancaman
5. Melaksanakan agenda advokasi
6. Melakukan monitoring dan evaluasi fungsinya untuk menyusun ulang rencana yang telah dilaksanakan.

                  Advokasi yang dilakukan secara terpadu,  tidak hanya membutuhkan sumberdaya dana, tapi juga sumberdaya manusia.  Karena dalam advokasi kebijakan yang terpadu, ada serangkaian proses yang bagaimanapun harus dilalui.  Baik itu menyangkut proses pematangan konsep dan perumusan substansi, proses penggalangan dukungan publik dan proses lobby.  Sebuah kerangka kerja advokasi yang cukup berat jika hanya dilakukan oleh sebuah organisasi/lembaga.  Dalam proses advokasi, tidak jarang berbagai kerja tersebut diselesaikan dengan berjaringan. Berangkat dari kepercayaan bahwa setiap lembaga pasti punya kapasitas dan kekuatan tertentu,
Tujuan advokasi adalah menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam pemerintahan, mendukung pelaksanaan peraturan kesejahteraan social, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab para petugas birokrasi dalam melaksanakan pengabdian pada masyarakat. Adapun tujuan utama advokasi adalah realisasi hak-hak masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar