MIRACLE
KESMAS adalah sebuah jurusan dengan lulusan di
beri gelar S.KM. contoh yang di lakukan oleh seoarang kesmas adalah Perbaikan sanitasi lingkungan
Pemberantasan penyakit – penyakit menular Pendidikan untuk kebersihan
perorangan, Pengorganisasian layanan – layanan medis dan perawatan untuk
diagnosis dini dan perawatan Pengembangan rekayasa sosial untuk menjamin setiap
orang terpenuhi kebutuhan hidup yang layak dalam memelihara kesehatannya.
Menjadi
Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) yang survive, kita membutuhkan 3 kompetensi.
Kompetensi-kompetensi tersebut sangat menunjang kita di pasar kerja nantinya. 3
kompetensi tersebut yaitu :
1. Computer literacy
(mengerti computer, maksudnya adalah pengetahuan tentang komputer yang mencakup
pengertian tentang istilah-istilah komputer, pemahaman tentang keunggulan dan
kelemahan komputer, kemampuan menggunakan komputer dll.)
2. Critical system
thinking (pemikiran sistem kritis, dapat
digunakan di dunia usaha oleh manajemen yang visioner, manajemen yang bisa
membaca aspirasi mengenai apa yang diperlukan perusahaan di masa datang, dan
manajemen yang mempunyai suatu perasaan bahwa pemikiran sistem adalah pemikiran
yang sesuai dengan situasi masa kini, atau bahkan bisa dijadikan sebagai cara-cara
manajemen modern di masa dating)
3. Ability to serve
(kemampuan untuk melayani, sebagai lulusan kesehatan masyarakat kita diharapkan
dapat melayani masyarakat dengan baik melalui prevent promote, protect)
For first time job
seeker :
-
Positive energy and
respect people
-
Output oriented
-
Orientasi adalah awal atau pengenalan
dari sebuah cerita atau peristiwa sejarah. Biasanya berisi perkenalan tentang
tokoh-tokoh dalam cerita yang akan diceritakan. Sementara output adalah hasil
dari sebuah proses. Proses yang dimaksud baik berupa data atau bentuk informasi
yang telah diolah
kesehatan masyarakat pada hakikatnya merupakan
ilmu yang terdiri dari berbagai macam disiplin ilmu seperti biologi, fisika,
kimia, kedokteran, lingkungan, sosiologi, psikologi, antropologi, ekonomi,
administrasi, pendidikan dan lain – lain. Namun secara garis besar, disiplin
ilmu yang menopang berdirinya kesehatan masyarakat sebagai ilmu atau yang lebih
dikenal sebagai 8 pilar kesehatan masyarakat antara lain :
1. Administrasi Kesehatan Masyarakat.
2. Pendidikan Kesehatan dan Ilmu
Perilaku.
3. Biostatistika/Statistik Kesehatan.
4. Kesehatan Lingkungan.
5. Kesehatan Kerja.
6. Epidemiologi.
7. Kesehatan reproduksi.
Tanpa
disadari bahwa tugas dari Profesi kesehatan masyarakat sangat luas.
Peningkatan kesehatan (promotif) dan juga pencegahan penyakit (preventif)
merupakan salah satu keahlian Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) dimana
kegiatan riil ini untuk mencegah terjadinya berbagai masalah kesehatan. Seorang
sarjana kesehatan masyarakat harus bisa melayani dan melakukan upaya pencegahan
untuk masyarakat karena kita merupakan agen preventif.
Ilmu
kesehatan masyarakat merupakan ilmu yang multi disipliner, karena memang pada
dasarnya Masalah Kesehatan Masyarakat bersifat multikausal, maka pemecahanya
harus secara multidisiplin. Oleh karena itu, kesehatan masyarakat sebagai seni
atau prakteknya mempunyai bentangan yang luas. Semua kegiatan baik langsung
maupun tidak untuk mencegah penyakit (preventif), meningkatkan kesehatan
(promotif), terapi (terapi fisik, mental, dan sosial) atau kuratif, maupun
pemulihan (rehabilitatif) kesehatan (fisik, mental, sosial) adalah upaya
kesehatan masyarakat.
Agar menghasilkan lulusan kesehatan masyarakat yang
unggul, diperlukan MIRACLE :
-
Manager (pengelola)
-
Inovator (penemu)
-
Researcher (peneliti)
-
Aprenticer (magang)
-
Communitarian
(komunikasi masyarakat)
-
Leader (pemimpin)
-
Education (pendidik
masyarakat)
Sementara prospek kerja bagi SKM sangatlah luas,
diantaranya yaitu:
1. Pengelolaan
program kesehatan di dinas kesehatan
2. BPJS
kesehatan dan BPJS ketenaga kerjaan
3. Administrator
kebijakan di rumah sakit
4. Analisis
kebijakan kesehatan
5. Kepala
puskesmas
6. Ahli
kesehatan keselamatan kerja
7. Ahli
kesehatan linhkungan industry
8. Epidemiologi
kesehatan
9. Sanitarian
10. Penyuluh
kesehatan
Terimakasih.
PENGABDIAN MASYARAKAT
Menurut definisinya Pemberdayaan Masyarakat dapat diartikan
meningkatkan kemampuan masyarakat agar dapat menjalankan fungsi dan perannya
dengan baik, bisa dikatakan pula bahwa pemberdayaan masyarakat memiliki tujuan
utama untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, baik kapasitas secara
intelektual, emosional, maupun spiritual. Pemberdayaan
dapat juga diartikan sebagai upaya untuk memberikan daya atau kekuatan kepada
masyarakat. Oleh karena itu, memberdayakan masyarakat merupakan upaya untuk meningkatkan
harkat dan mertabat lapisan masyarakat dan juga mampu melepaskan diri dari perangkap
kemiskinan dan keterbelakangan. Dengan kata lain memberdayakan masyarakat
adalah meningkatkan kemampuan dan meningkatkan kemandirian masyarakat.
Tahapan pemberdayaan
masyarakat yang pertama yaitu dengan Penyadaran kepada masyarakat dengan
memberikan motivasi memalui pendekaan kepada masyarakat agar masyarakat tahu
apa yang harjus dilakukan, Pengertian
penyuluhan kesehatan dapat di samakan dengan pendidikan kesehatan masyarakat
(Public Health Education), yaitu suatu kegiatan atau usaha untuk menyampaikan
pesan kesehatan kepada masyarakat, kelompok atau individu. Dengan harapan bahwa
dengan adanya Penyampaian tersebut seseorang dapat memperoleh pengetahuan
tentang kesehatan yang lebih baik. Akhirnya pengetahuan tersebut diharapkan
dapat berpengaruh terhadap perilakunya. Dengan kata lain, dengan adanya
pendidikan tersebut dapat membawa akibat terhadap perubahan perilaku sasaran.
Suatu masyarakat dikatakan mandiri dalam bidang kesehatan apabila :
1. Mereka
mampu mengenali masalah kesehatan dan faktor-faktor yang mempengaruhi
masalah kesehatan terutama di lingkungan tempat tinggal mereka sendiri. Pengetahuan
tersebut meliputi pengetahuan tentang penyakit, gizi dan makanan, perumahan dan
sanitasi, serta bahaya merokok dan zat-zat yang menimbulkan gangguan kesehatan.
2. Mereka
mampu mengatasi masalah kesehatan secara mandiri dengan mengenali potensi-potensi
masyarakat setempat.
3. Mampu
memelihara dan melindungi diri mereka dari berbagai ancaman kesehatan dengan
melakukan tindakan pencegahan.
4. Mampu
meningkatkan kesehatan secara dinamis dan terus-menerus melalui berbagai macam
kegiatan seperti kelompok kebugaran, olahraga, konsultasi dan sebagainya.
Ada beberapa prinsip
dasar untuk mewujudkan masyarakat yang berdaya atau mandiri.
1.
Penyadaran
Untuk dapat maju atau melakukan sesuatu,
orang harus dibangunkan dari tidurnya. Demikian masyarakat juga
harus dibangunkan dari “tidur” keterbelakangannya,
dari kehidupannya sehari-hari yang tidak memikirkan Masa depannya.
2.
Pelatihan
Pelatihan disini
bukan hanya belajar membaca,menulis dan berhitung, tetapi juga meningkatkan
ketrampilan-ketrampilan yang dimiliki.
3.
Pengorganisasian
Agar menjadi kuat dan
dapat menentukan nasibnya sendiri, suatu masyarakat tidak cukup hanya
disadarkan dan dilatih
ketrampilan, tapi juga harus diorganisir.
LANGKAH- LANGKAH PEMBERDAYAAN MASYARAKAT.
-
Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat
Kegiatan ini untuk menciptakan
komunikasi serta dialog dengan masyarakat. Sosialisasi PM membantu untuk
meningkatkan pengertian masyarakat dan pihak terkait tentang program. Proses
sosialisasi sangat menetukan ketertarikan masyarakat untuk berperan dan
terlibat dalam program.
-
Proses Pemberdyaaan Masyarakat
Maksud pemberdayaan masyarakat
adalah meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam meningkatkan
taraf hidupnya (tujuan umum
-
Pemandirian Masyarakat
Berpegang
pada priunsip pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk memandirikan masyarakat
dan meningkatkan taraf hidupnya, maka arah pendampingan kelompok adalah
mempersiapkan masyarakat agar benar-benar mampu mengelola sendiri kegiatnnya.
Agar dicapai suatu hasil optimal, maka
faktor-faktor tersebut harus bekerjasama secara harmonis. Hal ini berarti,
bahwa untuk masukan (sasaran pendidikan) tertentu, harus menggunakan cara
tertentu pula, materi juga harus disesuaikan dengan sasaran, demikian juga alat
bantu pendidikan disesuaikan. Untuk sasaran kelompok, metodenya harus berbeda
dengan sasaran massa dan sasaran individual. Untuk sasaran massa pun harus berbeda
dengan sasaran individual dan sebagainya, Terimakasih.
ADVOKASI
Mahasiswa adalah seorang yang menuntut ilmu di
sebuah perguruan tinggi atau setingkatnya, yang tentunya berbeda dengan siswa.
Mahasiswa memiliki tanggung jawab yang lebih besar, tanggung jawab, identitas,
dan kepedulian yang lebih kongkret daripada semasa siswa. Hal ini tercermin
dalam Tri dharma perguruan tinggi yang menyatakan mahasiswa itu harus melakukan
pendidikan, penelitian, dan yang terakhir pengabdian masyarakat. Mahasiswa
dalam kehidupan kampus sudah tentu setiap hari berkutat dengan proses
pendidikan dan beberapa sudah biasa dengan penelitian, setidaknya ketika
skripsi seorang mahasiswa harus melakukan penelitian. Akan tetapi untuk point
yang ketiga jarang mahasiswa yang sadar akan tanggung jawabnya terhadap
pengabdian masyarakat. Berbicara tentang pengabdian masyarakat sebenarnya
banyak yang dapat dilakukan seperti bakti sosial, membantu sesama teman yang
butuh bantuan, membela kepentingan masyarakat umum atau masih banyak lagi yang
lainnya Kegiatan-kegiatan seperti ini di dalam kehidupan kampus biasa disebut
ADVOKASI.
Kata advokasi adalah kata kerja dari kata benda
advocaat (belanda) yang berarti penasehat hukum, pembela perkara atau
pengacara. Advokasi sendiri bisa diartikan sebagai proses pembelaan suatu
perkara dalam koridor hukum yang berlaku. Kebanyakan mahasiswa, bila mendengar
kata ‘advokasi’ seringnya akan berpikiran kearah tindakan revolusi. Namun bagi
seorang aktivis kampus (dalam hal ini, pengadvokasian yang dilakukan oleh
sebuah departemen dalam BEM/organisasi kemahasiswaan di kampus) advokasi adalah
proses mempengaruhi dan mengubah sebuah kebijakan yang dikeluarkan oleh
birokrat tanpa pertimbangan keadilan atas hak manusia lainnya. Sebuah
organisasi kemahasiswaan, sebut saja BEM, didirikan dan sampai saat ini tidak
(atau belum) dibubarkan karena diharapkan oleh sebagian mahasiswa lainnya dapat
menjalankan fungsi Advokasi secara optimal.
Advokasi adalah aksi yang strategis dan
terpadu, oleh perorangan atau kelompok masyarakat untuk memasukkan suatu
masalah ke dalam agenda kebijakan, dan mengontrol para pengambil keputusan
untuk mengupayakan solusi bagi masalah tersebut sekaligus membangun basis
dukungan bagi penegakan dan penerapan kebijakan publik yang di buat untuk
mengatasi masalah tersebut.
Ada 9 pertanyaan kunci
yang perlu diperhatikan dan yang harus dibedakan adalah antara taktik dan strategi. Taktik
adalah suatu tindakan khusus misalnya pengedaran petisi, penulisan surat,
penggelaran protes. Strategi adalah sesuatu yang lebih besar suatu peta
keseluruhan yang memberikan arah pada penggunaan alat-alat.
Sembilan kata kunci itu adalah :
1. Apa yang anda inginkan atau
tujuan-tujuan strategis.
2. Siapa yang dapat melakukannya
3. Apa yang ingin mereka dengar.
4. Dari siapa mereka perlu mendengar
pesan itu.
5. Bagaimana membuat khalayak
mendengarkan pesan itu.
6. Apa yang kita miliki.
7. Apa yang perlu kita kembangkan.
8. Bagaimana memulai.
9. Lakukan evaluasi.
Gambaran jelasnya tahapan tersebut yang
biasanya dilakukan dalam melakukan advokasi yaitu :
1. Mengumpulkan dan merumuskan isu
2. Menyiapkan bahan sebagai alat
advokasi
3. Mengidentifikasi aktor-aktor
kunci
4. Memetakan potensi dan ancaman
5. Melaksanakan agenda advokasi
6. Melakukan monitoring dan evaluasi
fungsinya untuk menyusun ulang rencana yang telah dilaksanakan.
Advokasi yang dilakukan secara
terpadu, tidak hanya membutuhkan sumberdaya dana, tapi juga
sumberdaya manusia. Karena dalam advokasi kebijakan yang terpadu,
ada serangkaian proses yang bagaimanapun harus dilalui. Baik itu
menyangkut proses pematangan konsep dan perumusan substansi, proses
penggalangan dukungan publik dan proses lobby. Sebuah kerangka kerja
advokasi yang cukup berat jika hanya dilakukan oleh sebuah
organisasi/lembaga. Dalam proses advokasi, tidak jarang berbagai
kerja tersebut diselesaikan dengan berjaringan. Berangkat dari kepercayaan
bahwa setiap lembaga pasti punya kapasitas dan kekuatan tertentu,
Tujuan advokasi adalah
menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam pemerintahan, mendukung pelaksanaan
peraturan kesejahteraan social, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab para
petugas birokrasi dalam melaksanakan pengabdian pada masyarakat. Adapun tujuan
utama advokasi adalah realisasi hak-hak masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar